TURNBACKHOAX Situs Masyarakat Anti Fitnah Indonesia

0

Bintaronline.id – Berita hoax saat ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Hoax atau berita bohong dapat menyebar dengan cepat lewat media sosial.

Parahnya lagi, tanpa berpikir matang masyarakat langsung memercayai berita tersebut sehingga memberikan dampak negatif yakni saling menghujat, memfitnah, bahkan ujaran-ujaran kebencian dengan melontarkan kata-kata rasis dll lewat media sosial.

Seperti dilansir Antaranews, istilah hoax menurut Lynda Walsh dalam buku “Sins Against Science”, istilah dalam bahasa Inggris yang masuk sejak era industri, diperkirakan pertama kali muncul pada 1808.

Hoax diyakini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. “Hocus” dari mantra “Hocus Pocus“, frasa yang kerap disebut pesulap, serupa “sim salabim“.

Namun hoax pertama kali muncul menurut Alexander Boese dalam “Museum of Hoaxes” mencatat hoax pertama kali dipublikasikan adalah almanak (penanggalan) palsu yang dibuat oleh Isaac Bickerstaff alias Jonathan Swift pada 1709.

Tujuan Swift mengarang informasi tersebut untuk mempermalukan Patridge di mata umum. Patridge pun berhenti membuat almanak astrologi hingga enam tahun setelah hoax beredar.

Demi memberikan informasi yang benar, muncullah situs TURNBACKHOAX ‘masyarakat anti fitnah Indonesia’ sebagai wadah untuk menepis beberapa berita hoax atau palsu diarsip dari hasil diskusi grup Forum Anti Fitnah, Hasut dan Hoax (FAFHH) di Facebook untuk menanyakan keabsahan suatu berita atau gambar.

Dalam situsnya, TURNBACKHOAX akan memuat sebuah artikel hoax dan kemudian memberikan sebuah fakta sebenarnya seperti soal KPU yang dipimpin Ainun Najib servernya dikendaliakan dari Singapura, hoax cumi-cumi raksasa di Meulaboh dan masih banyak lagi.

Teks & Foto Yudianto

About Author

Leave A Reply