Sejarah Topi Copet

0

Bintaronline.id – Topi merupakan salah satu jenis penutup kepala. Fungsi topi selain melindungi diri dari panasnya terik matahari, biasa juga digunakan sebagai aksesoris pakaian dan pangkat seorang anggota militer atau polisi.

Tapi dari sekian banyak jenis topi, pernahkah mendengar topi copet? Topi ini sebenarnya adalah topi pelukis atau sering juga disebut topi pet. Selain disebut topi copet, topi ini juga sering dibilang “topi sutradara”, atau “topi detektif”.

Entah dari mana asalnya kenapa bisa dibilang topi copet. Namun yang pasti, anak muda banyak yang menyebut bahwa topi ini merupakan topi copet.

Topi copet ini memiliki lipatan kecil di bagian depan. Umumnya digunakan dalam kondisi santai oleh kelas pekerja. Seperti dikutip laman Kaskus, pada 1571 Parlemen Inggris mewajibkan semua laki-laki di atas usia enam tahun, kecuali kaum bangsawan dan pendeta, mengenakan topi ini pada hari-hari suci umat Kristen.

Meski peraturan tersebut sudah dihapus pada 1597, namun masih banyak orang yang memakai topi copet. Secara fungsional, topi ini menjadi top fashion cara pria berpakaian pada waktu itu.

Cap bahwa topi pet sebagai topi pekerja pun mulai memudar. Bahkan, topi copet juga digunakan kalangan atas untuk menggambarkan gaya kasual.

Memasuki abad ke-20 dan 21, topi ini dijadikan salah satu gaya berpakaian kelas atas. Desain yang unik, membuat banyak orang tertarik dengan topi copet.

Topi ini makin populer di seluruh dunia. Topi copet biasa diasosiasikan dengan orang tua, terutama di Korea Selatan. Di beberapa kalangan, topi ini juga sangat identik dengan kaum muda, misalnya di Boston, Amerika Serikat.

Teks Yudianto
Foto Doc

About Author

Leave A Reply