Kasus DBD Tangsel Terendah se-Banten

0

– Berdasarkan evaluasi dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PL) Kementerian Kesehatan, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tangsel, merupakan kasus terendah se-Provinsi Banten. Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Listya Windyarti.

“Tangsel merupakan kota pionir dalam penurunan DBD, berdasarkan data dari Dirjen P2PL Kemenkes, dengan membentuk satu rumah satu jumantik,” ungkap mantan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan pada DPMP3AKB Tangsel.


Dia menjelaskan, untuk wilayah yang sudah komitmen untuk menjadi pionir wilayah bebas jentik, yakni Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, dari 24 RW, yang sudah bebas jentik sebanyak 20 RW, dan sisanya ada 4 RW yang masih ada jentik dan akan dilakukan pemeriksaan secara bertahap.

Program satu rumah satu jumantik ini, membuat angka penderita DBD di Tangsel menjadi terendah se-Banten, karena komitmen bersama untuk memberantas penyakit DBD. Sementara untuk data DBD Tahun 2016 sebanyak 655 kasus dan meninggal 4 orang. Data ini mengalami penurunan dibandingkan 2015 lalu yang mencapai 712 kasus.

Nadia

About Author

Leave A Reply