Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober

0

Bintaronline.id – Hari ini 2 Oktober 2017 masyarakat Indonesia sedang merayakan Hari Batik Nasional. Semua lapisan masyarakat mulai dari pelajar, pegawai, hingga pejabat pemerintah disarankan untuk mengenakan batik hari ini.

Kata batik berasal dari bahasa Jawa, yaitu ‘tik’ yang berarti titik yang kemudian berkembang menjadi istilah ‘batik’. Batik sendiri merupakan salah satu warisan kebudayaan dari Indonesia yang telah diakui dunia.

Batik diperkenalkan pertama kali oleh Presiden Soeharto saat mengikuti konferensi PBB. Sebelumnya, batik pernah sempat diakui oleh negara tetangga Malaysia. Demi menjaga batik dari bangsa lain, pada jaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pemerintah mendaftarkan batik ke dalam Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi UNESCO, Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan di tahun 2008.

Hingga akhirnya PBB secara resmi telah menerima batik pada 9 Januari 2009. Sedangkan pemilihan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober ini berdasarkan keputusan PBB.

Batik terbagi menjadi tiga jenis yakni batik tulis, batik cap, dan batik lukis. Perbedaan dari ketiga jenis tersebut ialah dari proses cara pembuatannya.

Di setiap daerah, batik memiliki nama yang berbeda-beda. Jika dikategorikan berdasarkan coraknya, terdapat 14 nama batik yakni Batik Kraton, Batik Sudagaran, Batik Cuwiri, Batik Petani, Batik Tambal, Batik Sida Mukti, Batik Sekar Jagad, Batik Pringgondani, Batik Kawung, Batik Sida Luhur, Batik Sida Asih, Batik Semen Rama, dan Batik Jlamprang.

Teks Yudianto

 

Share Berita ini:

Leave A Reply