Harkopda Tangsel Bangkitkan Perekonomian Rakyat

0

Bintaronline.id – Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel memperingati Hari Koperasi Daerah (Harkopda) dengan menggelar beragam rangkaian kegiatan sejak Agustus 2017 lalu, hingga puncak acara yang dilaksanakan di Lapangan ITC BSD (5/10).

Harkopda dibuka oleh Wakil Walikota Benyamin Davnie ditandai dengan menabuh bedug sekaligus membuka pemeran produk UKM. Banyak tamu undangan datang ke lokasi termasuk para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Acara pembukaan cukup meriah. Dibuka dengan tari-tarian, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Koperasi, dan Aku Cinta Koperasi. Semua terhibur dan terdengar  tepuk tangan mengiringi selama lagu Mars Koperasi didengdangkan.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel, Dahlia Nadeak, menjelaskan akan terus mewujudkan Kota Tangsel hingga mencapai 80 persen Koperasi Sehat dan Baik yang dibuktikan dengan perputaran laporan setiap tahunnya.

Peringatan Harkopda ini penting karena sebagai momentum untuk membangkitkan perekonomian rakyat, dengan mengoptimalkan koperasi dan UKM yang dapat mengelola ratusan UKM dengan beragam produk.

“Kegiatan ini momentum perubahan koperasi dan UKM di Tangsel agar semakin baik tumbuh dan berkembang sesuai dengan tuntutan zaman,” tambahnya.

Lomba yang digelar sebelumnya di antaranya Cerdas Cermat, Duta Koperasi, Penilaian Koperasi Berprestasi, dan Karya Ilmiah tentang Perkoperasian. Mereka yang menang pada acara puncak akan diberikan hadiah oleh panitia.

Sementara Wakil Walikota Benyamin Davnie mengatakan, pertumbuhan ekonomi bukan didominasi oleh perusahaan besar seperti PT dengan ribuan karyawan. Tetapi industri kecil rumahan pun kontribusinya besar.

“Pemkot Tangsel selama ini selalu memikirkan bagaimana cara mengelola para koperasi dan UKM agar dapat berdaya saing. Implementasasi dari pemikiran itu yang kemudian dianulir dalam kebijakan pemerintah, di antaranya membuat pelatihan, sosialisasi, pembinaan tentang menajemen, hingga pemasaran,” tukas Benyamin.

Dari analisa tahun demi tahun, persoalan koperasi terus muncul. Namun persoalan dasar adanya di permodalan, pemasaran, dan sumber daya manusia. Solusi yang telah ditawarkan oleh Pemkot Tangsel sudah dijalankan, seperti memberikan permodalan dengan peminjaman modal kepada bank. Kerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional untuk membuat sertifikat tanah juga telah dilakukan.

“Tidak bisa dipungkiri, saat ini adalah era kompetisi. Siapa yang mampu bersaing dia yang akan survive. Saya sangat berharap koperasi di wilayah Tangerang Selatan dapat benar-benar maju dan berkembang,” ungkapnya.

Benyamin juga berharap bahwa koperasi benar- benar dapat menjadi salah satu penggerak utama perekonomian di kota Tangsel bukan hanya badan usaha yang hanya memiliki ‘papan nama’ saja.

“Kami tidak ingin seperti itu. Maka, harus benar-benar mampu mendiversifikasi produk agar mampu bersaing dan tercipta ekonomi usaha untuk penganekaragaman produk,” sarannya.

Solusi lain guna mempersiapkan pengembangan UKM dan koperasi, Pemkot Tangsel bakal mempersiapkan gedung inovasi setinggi 10 lantai. Gedung itu untuk tempat pelatihan, pengemasan produk, dan pengembangan sumber daya manusia bidang pengembangan produk.

“Ke depan kami akan siapkan gedung inovasi 10 lantai di daerah BSD untuk warga dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan,” kata tambahnya.

Berbagai oleh-oleh seperti makanan, minuman, tas, topi, sepatu, jaket, dan banyak produk lainnya tumpah ruah. Pertama kali produk yang diberikan salah satu UKM adalah produk minuman Bir Pletok dan langsung diminum oleh Benyamin.

Pemilik Bir Pletok, Djay Bin Mursin, mengaku senang minuman buatannya langsung diterima oleh Benyamin dan selama tinjauan lokasi pameran selalu dibawa-bawa sambil diminum sesekali.

“Saya bersyukur dan senang sekali minuman bir pletok diterima dan dibawa-bawa terus sama Bapak Wakil Walikota,” tutur Bang Djay.

Nadia

 

Share Berita ini:

Leave A Reply