Manfaatkan Pekarangan Rumah Sebagai Ketahanan Pangan

0
Bintaronline.id – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, kembali mensosialisasikan Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tentang ketanahan pangan dengan memanfaatkan pekarangan rumah. Hal ini dikatakan dalam sambutannya di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tangsel, Kamis (12/10).

“Kita mengadakan kegiatan sosialisasi pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan. Dari tanah yang masih kosong harus dilakukan inovasi bagaimana memanfaatkan lahan yang terbatas,” ujarnya.

Menurutnya, Kota Tangsel sudah melakukan studi penelitian terhadap daerah-daerah yang memiliki struktur tanah maupun iklim seperti Kota Tangsel.

“Kita sudah melakukan studi melihat ke beberapa daerah di Indonesia yang sama karakternya seperti wilayah Tangsel, yaitu Surabaya,” jelasnya.

Meski memiliki luas daerah yang tidak besar, Airin menungkapkan bahwa Kota Tangsel memiliki peluang ekonomis yang cukup bagus dalam menerapkan ketahanan pangan dari pekarangan rumah.

“Ternyata berhasil. Walaupun terbatas akan lahan, bahkan cenderung lebih produktif lagi karena kita menggunakan teknologi dan inovasi. Untuk Tangsel tidak begitu sulit karena kita sudah punya konsumennya atau siapa yang mau membeli,” terangnya.

Airin melanjutkan saat ini pertumbuhan hotel sangat baik di Tangsel, apalagi untuk restoran-restoran. Untuk itu kebutuhan akan tanaman menjadi peluang besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Daripada nanti beli ke pasar-pasar atau ke pihak lain di luar Kota Tangerang Selatan. Kenapa tidak beli sama ibu-ibu atau bapak-bapak yang sudah bisa melakukan kegiatan urban farming di rumahnya masing-masing,” paparnya.

Selain memberikan dampak positif kepada pertumbuhan ekonomi daerah maupun keluarga, pemanfaatan pekarangan rumah juga bisa lebih disederhanakan lagi sebagai peringan beban ekonomi sehari-hari.

“Atau yang lebih simple lagi, ibu mesti beli cabe Rp30 ribu, seminggu sekali misalnya, sebulan Rp120 ribu. Meski ibu nggak menghasilkan uang, tapi bisa menghemat uang Rp120 ribu,” jelas Airin.

Dengan demikian, pemanfaatan pekarangan tidak hanya perlu lokasi atau lahan yang luas, tetapi membutuhkan keseriuan dari pemilik untuk peduli dengan tanamannya.

“Artinya, ini memiliki nilai tambah ekonomis, dilihat dari beberapa daerah ini tidak perlu lahan luas. Tergantung bagaimana kita bisa mengelolanya,” paparnya.

Nadia
 

Share Berita ini:

Leave A Reply