HKN Ke-53, Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok kepada Ratusan Siswa Tangsel 

0

Bintaronline.id – Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-53 yang jatuh pada Minggu (12/11) kemarin, Dinas Kesehatan Tangsel menggelar kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah No 4 Tahun 2016 Terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR) ke hadapan 400 orang siswa dari berbagai sekolah yang ada di Ciputat, Selasa (14/11) di Graha Widya Bhakti Puspitek, Kota Tangsel.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, dan Plt.Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Suhara Manullang, tersebut akan digelar selama beberapa hari dengan melibatkan 2800 orang siswa-siswi tingkat SMP dan SMA yang berasal dari 7 Kecamatan yang ada di Tangsel.

Plt. Kadinkes Tangsel, Suhara Manullang, mengatakan, perda ini dibuat agar semakin banyak orang yang paham terkait kawasan tanpa rokok di wilayah Tangsel.

“Perda ini bukan untuk menakut-nakuti. Namun diupayakan senihil mungkin (perokok aktif) walaupun tetap tidak sampai zero, karena itu hak orang lain juga,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota  Tangsel, Benyamin Davnie, dalam pemaparannya di hadapan ratusan siswa mengatakan berdasarkan data, saat ini terdapat 34,7% prevelensi penduduk yang merupakan perokok, dan enam dari sepuluh siswa telah terpapar rokok dari orang lain di rumahnya sendiri.

“Anak muda apabila terpapar rokok akan berdampak buruk bagi prestasi akademik dan lainnya. Oleh karena itu, pada penerapannya perda ini perlu didukung berbagai pihak,” ungkapnya.

Dirinya pun mengatakan agar para siswa-siswi bisa menjauhi diri dari rokok, karena rokok bisa menjadi pintu masuk ke barang-barang negatif lainnya,seperti narkoba, alkohol dan sejenisnya.

“Kumpulnya kalian di sini, kita diharapkan menjadi agen untuk mengingatkan kita semua tidak merokok. Kalian ini jadi mata rantai peraturan daerah ini. Rokok itu bisa jadi pintu masuk ke yang lainnya, seperti narkoba, alkohol, dan sebagainya,” pungkas Benyamin.

Kota Tangsel sendiri pada akhir 2016 lalu telah mensahkan Perda No 4 Tahun 2016 terkait Kawasan Tanpa Rokok, dalam salah satu pasalnya disebutkan bila ada masyarakat yang kedapatan merokok di kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan tanpa asap rokok, bisa dikenakan ancaman pidana selama 3 bulan atau denda sebanyak 2,5 juta rupiah.

Selain itu dalam aturan tersebut disebutkan jika ada 8 tempat yang dikategorikan sebagai kawasan tanpa rokok, di antaranya Fasilitas Layanan Kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum.

Nadia

Leave A Reply