Klinik Bibir Sumbing Pertama Kali Hadir di Banten

0

Bintaronline.id – Siloam Hospitals Lippo Village memperkenalkan Siloam Cleft Center yang merupakan klinik khusus untuk melayani pasien dengan kelainan celah bibir dan langit-langit mulut atau bibir sumbing. Kelainan bibir yang terjadi pada bayi dan anak-anak masih menyisakan banyak pekerjaan dan merupakan masalah besar di Indonesia.

Kondisi tersebut merupakan kondisi bawaan yang menyebabkan kelainan atau ketidaksempurnaan pada struktur bibir yang baru bisa dilihat setelah bayi lahir. Seorang bayi dapat dikatakan memiliki kelainan bibir sumbing jika terlahir dengan celah di bibir atas.

“Celah ini bisa terdapat hanya pada bagian bibir saja ataupun dapat juga terdapat celah hingga bagian gusi dan tulang rahang. Pada sebagian bayi celah ini meliputi seluruh bagian bibir (complete cleft). Sedangkan pada sebagian bayi celah ini hanya meliputi sebagian bibir saja (incomplete cleft),” ujar Andi Setiawan Budihardjo selaku Consultant Oral & Maxillofacial Surgeon dan Ketua Siloam Cleft Center Siloam Hospitals Lippo Village, Rabu (7/2).

Lanjutnya, celah terdapat pada satu sisi bibir dikatakan sebagai celah bibir satu sisi (unilateral), sedangkan jika terdapat pada 2 sisi dikatakan sebagai celah bilateral. Di Indonesia, kelainan ini terjadi pada 1 dari 600 anak.

Apabila tidak ditangani secara tepat dan cepat kelainan ini dapat mengakibatkan beberapa gangguan pada tahap perkembangan anak. Pada fase awal, bayi akan mengalami kesulitan saat minum susu, sehingga seringkali mengakibatkan malnutrisi dan dapat berakibat pada gangguan tumbuh kembang bayi. Pada saat bayi menginjak usia 1 tahun, bayi akan masuk pada fase awal untuk bicara yang sering disebut fase bubeling.

Celah langit-langit mulut yang  tidak ditangani secara cepat dan tepat akan mengakibatkan gangguan bicara (suara terdengar sengau), yang sangat sulit untuk diterapi di kemudian hari. Stigma sosial dan gangguan psikologis juga dapat terjadi apabila kelainan ini tidak ditangani secara tepat, terutama terjadi saat anak masuk dalam pendidikan dasar.

“Fasilitas ini dibuka untuk menangani penderita kelainan bibir dan  lelangit sumbing dengan tepat dan komprehensif. Tim ini beranggotakan dokter spesialis yang telah berpengalaman di dalam penanganan kasus celah bibir dan langit-langit  mulut, bahkan juga berpengalaman di dalam penanganan kasus  sumbing wajah (facial cleft) yang kompleks,” jelasnya.

Pihaknya menyediakan fasilitas dan rangkaian layanan khusus untuk bayi dan anak-anak yang menderita kelainan bibir dan lelangit sumbing secara komprehensif dalam satu tim dengan penanganan dilakukan sejak bayi lahir hingga anak berusia 18 tahun. Bahkan jika kelainan ini telah terdeteksi selama masa kehamilan, tim kami akan langsung memberikan edukasi kepada keluarga dan pasien.

Celah bibir dan langit-langit mulut adalah suatu kelainan yang dapat dikoreksi dengan baik. Penanganan pasien sebaiknya dimulai langsung setelah pasien lahir dengan memberikan edukasi yang dibutuhkan oleh keluarga untuk penanganan bayi sesaat setelah lahir, meliputi cara memberi minum susu yang benar dan perawatan bayi.

Prinsip perawatan yang dilakukan meliputi  restorasi estetik wajah, fungsi bicara (langit-langit  mulut) dan juga memerhatikan pertumbuhan rahang dan gigi pasien.  Dokter di dalam Siloam Cleft Center ini juga mengembangkan teknik khusus metode cangkok tulang alveolar (Alveolar bone graft) dengan hasil yang baik dan juga merupakan satu satunya di Indonesia.

Penanganan pasien dilakukan secara individual. Karena itu keluarga akan diberikan informasi dan kesempatan untuk berdiskusi dengan tim medis mengenai persiapan perawatan yang perlu dilakukan. Setiap pasien adalah unik, karena itu setiap pasien membutuhkan penanganan yang berbeda.

Sementara Jeffry Oeswadi, Vice CEO SHLV, menyambut baik dibukanya Cleft Center ini, karena di wilayah Banten belum ada fasilitas seperti ini, khususnya yang ditangani oleh satu tim yang multidisiplin seperti ini. Selain itu ia berharap, Siloam Cleft Center di SHLV nantinya  bisa menjadi pusat rujukan untuk kasus celah bibir dan kasus serupa di wilayah Banten dan Jakarta.

Nadia

About Author

Leave A Reply