7 Ragam Makanan Khas Imlek

0

Bintaronline.id – Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting bagi orang Tionghoa. Imlek atau Sim Cia tidak jauh berbeda dengan tahun baru masehi atau tahun baru Hijriah bagi umat Islam.

Perayaan Tahun Baru Imlek berkaitan dengan pesta perayaan datangnya musim semi yang dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama atau yang lebih dikenal dengan istilah Cap Go Meh.

Tahun ini, Imlek jatuh pada tanggal 16 Februari 2018. Sama halnya dengan Hari Raya Idul Fitri, Imlek juga punya makanan khas yang biasa tersaji di tengah keluarga.

Dilansir Klikhotel.com, berikut ini 7 makanan khas Imlek:

1. Siu Mie

Siu Mie adalah makanan yang wajib hadir saat malam tahun baru Imlek. Siu Mie memiliki bentuk panjang dengan tekstur kenyal dan rasa yang gurih. Siu mie ini sebenarnya sama seperti mie goreng pada umumnya, tetapi isiannya sangat lengkap seperti sawi, kol, udang, cumi, bakso, irisan daging ayam, dan bisa juga sosis. Siu mie menjadi simbol panjang umur, kebahagiaan, dan rejeki yang melimpah.

2. Ayam, ikan, dan babi

Daging ayam, ikan, dan babi seperti makanan wajib bagi orang Tionghoa di Hari Raya Imlek. Ketiga daging ini disajikan sebagai lambang agar orang yang menyantapnya tidak memiliki sifat ketiga hewan tersebut. Babi memiliki sifat pemalas dan ayam bersifat serakah. Sementara ikan memiliki dualism makna. Di satu sisi, sisiknya disandingkan dengan ular yang jahat, sementara di sisi lain ikan pun menjadi lambang rejeki dan keberuntungan. Hidangan ayam dan ikan harus disajikan secara utuh sebagai simbol keutuhan dan kemakmuran yang berlimpah.

3. Yusheng

Yusheng atau yee sang merupakan sajian Imlek berupa salad ikan segar yang ditambah irisan sayuran segar seperti lobak dan wortel. Ikan yang digunakan adalah ikan tuna atau salmon yang direndam campuran minyak goreng, minyak wijen, dan merica. Sementara saus yusheng terbuat dari campuran minyak wijen dengan saus buah prem, gula pasir, dan kayu manis. Menurut tradisi, ketika diaduk dengan saus, ikan dan sayuran harus diangkat tinggi-tinggi di atas piring. Semakin tinggi yusheng terangkat, dipercayai peruntungan pada tahun yang baru pun semakin baik. Yusheng diaduk bersama-sama oleh orang yang duduk satu meja sambil saling mengucapkan selamat tahun baru Imlek. Tradisi mengaduk yusheng dan mengangkatnya tinggi-tinggi disebut lo hei.

4. Jiaozi

Menu yang satu ini mungkin masih asing di telinga. Jiaozi biasanya juga dikenal sebagai Kuo Tie, pangsit yang diisi daging babi, sayuran, dan udang cincang. Bentuknya bulat. Jiaozi mirip dengan uang cina kuno sehingga jiaozi pun menjadi simbol kelimpahan rejeki. Jiaozi juga melambangkan kebersamaan karena disantap bersama-sama seluruh keluarga.

5. Kue keranjang

Kue keranjang terbilang sangat unik dan sulit ditemukan. Pasalnya, kue berwarna cokelat ini hanya dibuat setahun sekali menjelang Imlek. Penganan yang terbuat dari tepung ketan dan gula merah ini memiliki rasa manis dengan tekstur lengket. Secara adat, kue keranjang yang juga sering disebut dodol cina ini digunakan untuk upacaya sembahyang leluhur. Kue keranjang memiliki bentuk bulat sebagai harapan keluarga dapat terus bersatu, rukun dan bulat tekad dalam menghadapi tahun yang akan datang. Kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat. Makin ke atas ukurannya makin kecil. Hal ini melambangkan peningkatan rejeki atau kemakmuran. Teksturnya yang lengket juga menjadi simbol agar keluarga menjadi semakin lengket. Biasanya bagian puncaknya ditaruh kue mangkok merah yang melambangkan rejeki yang semakin mekar.

6. Lapis legit

Kue yang satu ini mungkin sering kamu temukan di setiap acara keluarga, tidak hanya Imlek. Terdiri dari lapisan-lapisan, kue lapis legit menjadi simbol rejeki yang berlapis-lapis di tahun yang akan datang. Sehingga dapat merasakan hidup yang lebih manis atau legit. Kue ini rasanya memang sangat legit karena seloyang lapis legit dibuat dari 40 butir kuning telur, mentega, gula halus, susu, dan bumbu spekkoek.

7. Manisan segi delapan

Manisan segi delapan merupakan sajian Imlek yang sarat makna. Makanan yang dikenal dengan sebutan  tray of togetherness atau prosperity box ini berisi manisan, buah yang dikeringkan, dan biji-bijian untuk camilan. Setiap makanan di dalam kotak ini memiliki makna simbolis, misalnya seperti jeruk kumkuat yang menjadi simbol kemakmuran, biji teratai yang melambangkan kesuburan, atau leci sebagai lambang ikatan keluarga yang kuat. Angka 8 sendiri melambangkan keberuntungan dalam tradisi China.

Teks Yudianto

About Author

Leave A Reply